Senin, 04 Juli 2022

Kajian Literature

1. Jurnal - Gaya Komunikasi Arif Muhammad Dalam Serial YouTube "Keluarga Beti" Oleh Citra Kasman mengungkapkan tentang sebuah gaya komunikasi yang telah digunakan oleh Arif Muhammad yang terdiri dari 2 Komunikasi, yaitu Verbal dan Non Verbal yang terdapat dalam konten videonya yaitu "Keluarga Beti". Gaya komunikasi ini ditampilkan dan diperankan oleh Arif Muhammad. Selain itu, Gaya komunikasi Arif Muhammad secara Verbal dan Non Verbal dituangkan kedalam sebuah konten, yang dimana dalam sebuah percakapan Arif Muhammad antar tokohnya menggunakan bahasa dan dialeg daerah Binjai yang berada di Kota Medan. Selain untuk menghibur, Arif Muhammad juga tidak lupa untuk memberikan sebuah pesan dan nilai-nilai inspiratif untuk para penontonnya.

2. Jurnal - Youtube, Citra Media Informasi Interaktif Atau Media Penyampaian Aspirasinya Pribadi Oleh Edy Chandra memberikan sebuah pandangan bahwa dalam membuat sebuah video tidak hanya sebatas membuat saja dan berbagi kepada sesama rekan-rekan virtual, tetapi faktanya lebih dari itu. Situs video YouTube telah mendorong sebuah peminatan untuk menulis berbagai macam cerita kehidupan untuk menjadi peminatan yang baru, yaitu untuk menceritakan kehidupan manusia dengan berbagai macam media video yang biasa disebut dengan sebuah Vlog. Sebuah situs yang dibangun berdasarkan keinginan hanya untuk berbagi video dengan rekan-rekan, pada akhirnya berkembang menjadi sebuah konsep yang mengikuti arus perkembangan teknologi dan informasi atau disebut dengan sebuah trend. 

3. Jurnal - Penggunaan Bahasa Informal Pada Konten Video Mak Beti Dalam Pengaruh Menarik Minat Berlangganan di Channel YouTube Arif Muhammad sebuah pandangan bahwa Bahasa Informal atau bahasa tidak resmi yang digunakan oleh Arif Muhammad sebagai konten video yang didalam video mendapat sebuah perhatian dikarenakan memiliki daya tariknya sendiri yaitu menggunakan sebuah bahasa dan dialeg daerah Medan. Seiring dengan berkembangnya teknologi sudah banyak sekali para konten kreator yang membuat video dan menggunggahnya melalui media youtube ini menjadi suatu hal. 


4. Jurnal - Fenomena Konten Kreatif Humor Dalam YouTube (Studi Kasus Arif Muhammad) memberikan sebuah penjelasan bahwa disetiap Platfrom YouTube sudah menjadi sebuah pilihan yang mudah untuk masyarakat dalam mencari berbagai macam informasi atau hiburan. Konten hiburan/humor juga menjadi pilihan yang banyak untuk masyarakat dalam menonton YouTube karena konten humor merupakan sebuah konten yang sangat kreatif sehingga dapat menjadi sebuah opsi untuk mengisi waktu luang dan melepas rasa lelah. Arif Muhammad menjadi pengaruh konten kreatif humor yang selalu trending dikarenakan memiliki ciri khas yang berbeda dari content creator lainnya karena menggunakan bahasa dan dialeg suatu daerah, sehingga dapat menarik perhatian penonton.

5. Jurnal - Efektivitas Content Creator dalam Strategi Promosi di Era Digital memberikan sebuah pandangan bahwa strategi Promosi merupakan sebuah upaya untuk memberitahu dan menawarkan produk atau jasa dengan tujuan ingin menarik konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi nya. Upaya yang dilakukan untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa dengan tujuan untuk menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Promosi yang dilakukan oleh seorang Content Creator akan terus berkembang diseluruh penjuru dunia karena setiap Content Creator memiliki ciri khasnya tersendiri. 

Selasa, 21 Juni 2022

Komunikasi dan gaya visual yang digunakan oleh Arif Muhammad 'Mak Beti' dalam video youtubenya sebagai konten kreator.

Kelompok : Retrim
Nama : Resviana
NPM : 202046500255 
Kelas : RD

Latar Belakang 
Channel Youtube merupakan sebuah saluran yang ada didalam aplikasi youtube tetapi harus membuat sebuah akun terlebih dahulu. Channel youtube ini digunakan untuk mengupload video yang telah dibuat, mempublikasikan video yang telah selesai di upload kepada publik, melakukan live streaming, membuat video short yang berdurasi pendek, serta melakukan berbagai macam aktivitas di dalamnya seperti memberikan komentar ke orang lain, membalas komentar yang diberikan oleh orang lain divideo kita, dan menghapus video kita sendiri apabila harus ada yang di revisi. 

Content Creator merupakan profesi seseorang dalam membuat suatu konten, seperti gambar, tulisan, video, suara, ataupun gabungan dari semuanya. Tidak lupa pula memiliki jumlah pengikut yang banyak di sosial medianya, seperti Instagram, Youtube, Twitter, Tiktok, dll. Content Creator ini memiliki tanggung jawab yang besar dalam berkontribusi untuk menyampaikan berbagai macam informasi yang ada kedalam media. Sebagai Content Creator biasanya selalu mengikuti berbagai macam trend disetiap harinya agar banyak brand yang melihatnya merasa tertarik dan ingin mengajak kerja sama lalu mempromosikan produknya lewat Content Creator tersebut. Seorang Content Creator biasanya mempunyai jadwal tersendiri, selain itu harus mampu dalam membuat ide-ide yang menarik untuk dijadikan sebuah konten yang menarik agar mendapatkan daya tarik dari para penonton. 

Arif Muhammad merupakan salah satu Content Creator Indonesia yang menggunakan bahasa daerah. Beliau memperkenalkan bahasa daerah kampung halamannya disetiap konten youtube yang dibuatnya. Dalam konten Arif Muhammad menyajikan realita yang terjadi di kampung halamannya yang berada di Kota Medan. Awalnya, Arif hanya iseng-iseng saja dalam mengunggah video yang menggunakan bahasa kampung halamannya, serta menggunakan unsur komedi yang dibuat oleh dirinya. Namun siapa sangka, peran yang dibawakan oleh Arif Muhammad atau biasa disebut dengan Mak Beti ini berhasil menarik perhatian para penonton. Daya tarik yang terdapat dalam Content Youtube Arif Muhammad yaitu dapat memerankan, membawakan, serta memperkenalkan kepada penonton melalui konten yang dibuatnya dengan menggunakan sebuah bahasa Medan dan memperagakan bagaimana realita yang terjadi di setiap harinya. 

Pada gaya bahasa yang digunakan oleh Arif Muhammad itu sangat penting karena dapat membuat para penonton yang awal nya tidak tahu menjadi tahu. Gaya bahasa Arif Muhammad ini menggunakan bahasa informal. Arif Muhammad sendiri memiliki daya tarik yang berbeda dari content creator lainnya dikarenakan Arif Muhammad ini menggunakan bahasa daerah. Yang menjadikan Arif Muhammad sebagai salah satu Content Creator Indonesia yaitu gaya bahasa yang digunakannya berbeda dari yang lain dan menggunakan bahasa dari kampung halamannya sendiri. Maka dari itu, kajian semiotika sangat penting untuk dikaitkan dengan Pertanda dan Penanda yang mempelajari sebuah bahasa dan gaya visual yang digunakan oleh Arif Muhammad. 

Rumusan Masalah
1. Apa manfaat sosial yang terdapat dalam content Arif Muhammad 'Mak Beti' ?
2. Konten seperti apa yang Arif Muhammad buat untuk memperkenalkan bahasa dan perilaku daerah Medan?
3. Pesan apa yang terdapat dalam content Mak Beti dengan menggunakan analisis semiotika?

Senin, 20 Juni 2022

Komunikasi dan gaya visual yang digunakan oleh Arif Muhammad 'Mak Beti' dalam video youtubenya sebagai konten kreator.

Kelompok : Retrim
Nama : Resviana
NPM : 202046500255 
Kelas : RD

Latar Belakang 
Channel Youtube merupakan sebuah saluran yang ada didalam aplikasi youtube tetapi harus membuat sebuah akun terlebih dahulu. Channel youtube ini digunakan untuk mengupload video yang telah dibuat, mempublikasikan video yang telah selesai di upload kepada publik, melakukan live streaming, membuat video short yang berdurasi pendek, serta melakukan berbagai macam aktivitas di dalamnya seperti memberikan komentar ke orang lain, membalas komentar yang diberikan oleh orang lain divideo kita, dan menghapus video kita sendiri apabila harus ada yang di revisi. 

Content Creator merupakan profesi seseorang dalam membuat suatu konten, seperti gambar, tulisan, video, suara, ataupun gabungan dari semuanya. Tidak lupa pula memiliki jumlah pengikut yang banyak di sosial medianya, seperti Instagram, Youtube, Twitter, Tiktok, dll. Content Creator ini memiliki tanggung jawab yang besar dalam berkontribusi untuk menyampaikan berbagai macam informasi yang ada kedalam media. Sebagai Content Creator biasanya selalu mengikuti berbagai macam trend disetiap harinya agar banyak brand yang melihatnya merasa tertarik dan ingin mengajak kerja sama lalu mempromosikan produknya lewat Content Creator tersebut. Seorang Content Creator biasanya mempunyai jadwal tersendiri, selain itu harus mampu dalam membuat ide-ide yang menarik untuk dijadikan sebuah konten yang menarik agar mendapatkan daya tarik dari para penonton. 

Arif Muhammad merupakan salah satu Content Creator Indonesia yang menggunakan bahasa daerah. Beliau memperkenalkan bahasa daerah kampung halamannya disetiap konten youtube yang dibuatnya. Dalam konten Arif Muhammad menyajikan realita yang terjadi di kampung halamannya yang berada di Kota Medan. Awalnya, Arif hanya iseng-iseng saja dalam mengunggah video yang menggunakan bahasa kampung halamannya, serta menggunakan unsur komedi yang dibuat oleh dirinya. Namun siapa sangka, peran yang dibawakan oleh Arif Muhammad atau biasa disebut dengan Mak Beti ini berhasil menarik perhatian para penonton. Daya tarik yang terdapat dalam Content Youtube Arif Muhammad yaitu dapat memerankan, membawakan, serta memperkenalkan kepada penonton melalui konten yang dibuatnya dengan menggunakan sebuah bahasa Medan dan memperagakan bagaimana realita yang terjadi di setiap harinya. 

Pada gaya bahasa yang digunakan oleh Arif Muhammad itu sangat penting karena dapat membuat para penonton yang awal nya tidak tahu menjadi tahu. Gaya bahasa Arif Muhammad ini menggunakan bahasa informal. Arif Muhammad sendiri memiliki daya tarik yang berbeda dari content creator lainnya dikarenakan Arif Muhammad ini menggunakan bahasa daerah. Yang menjadikan Arif Muhammad sebagai salah satu Content Creator Indonesia yaitu gaya bahasa yang digunakannya berbeda dari yang lain dan menggunakan bahasa dari kampung halamannya sendiri. Maka dari itu, kajian semiotika sangat penting untuk dikaitkan dengan Pertanda dan Penanda yang mempelajari sebuah bahasa dan gaya visual yang digunakan oleh Arif Muhammad. 

Rumusan Masalah
1. Apa manfaat sosial yang terdapat dalam content Arif Muhammad 'Mak Beti' ?
2. Konten seperti apa yang Arif Muhammad buat untuk memperkenalkan bahasa dan perilaku daerah Medan?
3. Pesan apa yang terdapat dalam content Mak Beti dengan menggunakan analisis semiotika?

Senin, 25 April 2022

Pengalaman Pada Seni dan Desain

Pengalaman yang membuat saya tertarik dengan dunia seni dan desain yaitu disaat melihat orang-orang yang sedang menggambar yang membuat saya menjadi tertarik, mulai dari situ saya ingin mempelajari, ingin mengatahui caranya dan ingin bisa dalam menggambar. Selain itu, disaat saya melihat orang-orang yang sedang mendesain dan membuat saya menjadi tertarik dengan memiliki rasa ingin lebih tau dan ingin belajar. Dengan rasa ingin tahu dan ingin mempelajari nya membuat saya lebih semangat untuk mempelajari nya, dan bagi saya tidak ada yang tidak mungkin jika saya terus mau belajar. Sedikit demi sedikit saya bisa mempelajari nya walaupun secara perlahan-lahan. 

Sabtu, 23 April 2022

Analisis Semiotika Pada Film 3 Dara

I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Film merupakan suatu bidang kajian yang sangat relevan untuk analisis semiotika karena film dibangun dengan berbagai macam tanda. Tanda-tanda itu sudah termasuk berbagai sistem tanda yang bekerja sama dengan baik untuk mencapai suatu efek yang diharapkan. Film biasanya mempunyai sebuah makna seperti yang telah dikemukakan oleh Roland Barthes, yaitu penanda (signifier) dan pertanda
(signified). Menurut (Wirianto, 2016:27), biasanya penonton hanya sekedar mengetahui saja makna dari film secara langsung menyeluruh. Tetapi, ketika film tersebut dianalisis banyak sekali berbagai macam makna seperti: makna denotasi dan makna kontasi. Film juga digunakan sebagai sarana baru yang digunakan untuk menyebarkan sebuah sarana hiburan yang sudah menjadi suatu kebiasaan terlebih dahulu. Selain itu, menyajikan berbagai macam cerita, peristiwa, musik, drama, lawak dan sajian teknis lainnya terhadap masyarakat umum. 

Berikut ini akan memaparkan berbagai contoh data yang terkait dengan analisis semiotika yang terdapat pada judul film ini sendiri yaitu kata Dara. Kata ini memiliki sebuah makna denotasi yang merupakan makna awal dari sebuah tanda, teks, dan sebagainya. Dengan kata lain, denotasi ini merujuk pada apa yang telah diyakini oleh akal sehat/orang banyak. Jadi, menurut pemahaman orang pada umumnya ketika mendengar suatu kata “Dara” yang muncul dibenak kita adalah seekor burung dara, yaitu dengan nama lain burung merpati yang tergolong dalam Familia Sternidae. Film ini selain bercerita tentang masalah pelik yang mereka hadapi, selain itu dalam film ini juga menampilkan sebuah kekonyolan yang disertai dengan lelucon khas anak muda saat ini dan film ini juga memiliki syarat akan adegan-adegan persahabatan dari ketiga tokoh utama. Pada adegan persahabatan tersebut, terdapat penanda (Signifier) dan petanda (Signified) yang digunakan untuk menemukan suatu petanda denotasi yang merupakan penanda konotatif. 

B. RUMUSAN MASALAH
• Apa saja Pertanda dan Penanda yang terdapat dalam Film 3 Dara? 
• Bagaimana Makna Denotasi dan Makna Konotasi yang terdapat dalam Film 3 Dara? 

C. TUJUAN
Menganalisis Penanda dan Pertanda yang terdapat pada Film 3 Dara, serta menganalisis Makna Denotasi dan Makna Konotasi. 

D. METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dimana metode tersebut menggunakan suatu metode simak sebagai alat penelitiannya. Menurut Kountur (2009:108) penelitian deskripsi adalah jenis penelitian yang memberikan suatu gambaran atau uraian atas suatu keadaaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap objek yang diteliti.

II. Pembahasan 
>> Makna Denotasi dan Konotasi pada Film 3 Dara
Scene 5
• Sign :
- Dua orang
- Dalam ruangan 
- Lampu kerlap-kerlip
- Pakaian berwarna merah dan biru
• Signifier : Terdapat dua orang yang sedang berinteraksi di sebuah ruangan dengan lampu kerlap-kerlip
• Signified : Terdapat seorang laki-laki dan seorang perempuan yang sedang berdiri sangat dekat dalam sebuah ruangan dengan lampu yang kerlap-kerlip. Laki-laki tersebut mengenakan jaket berwarna merah hitam, sedangkan perempuan mengenakan baju berwarna biru. 

•• Makna Denotasi
Pengambilan gambar pada adegan Scene 5 tersebut menggunakan teknik Medium Close-Up. Dalam penggambaran di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat seorang laki-laki dan seorang perempuan dalam suatu ruangan dengan lampu kerlap-kerlip. Tampak mereka sedang berkomunikasi. Laki-laki tersebut mengenakan baju berwarna abu-abu dan jaket berwarna merah hitam, sedangkan sang perempuan mengenakan baju berwarna biru.
•• Makna Konotasi
Teknik pengambilan gambar yang digunakan dalam adegan ini adalah medium close up (MCU) yaitu gambar yang diambil hanya sebatas dari ujung kepala hingga dada. Fungsinya yaitu untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton jelas dan terlihat dengan detail. 

Scene 11
• Sign :
- Seorang perempuan
- Kaca mata
- Sweater pink
- Baju putih
- Rok abu-abu
- Pensil
- Buku tulis
- Ruangan 
- Meja laci
- Lemari buku
• Signifier :
Seorang perempuan berkaca mata, memakai sweater berwarna pink, baju berwarna putih, dan mengenakan rok pendek berwarna abu-abu dengan posisi sedang duduk di sebuah kursi sambil menulis sesuatu.
• Signified :
Dalam adegan tersebut tampak seorang wanita cantik berkaca mata, memakai baju putih yang dipadu dengan sweater berwarna pink, dan mengenakan rok pendek berwarna abu-abu sedang duduk di kursi dalam suatu ruangan seperti ruangan kantor, sambil menulis sesuatu. Dalam ruangan tersebut terdapat lemari yang berisi file-file, buku-buku, dan terdapat juga meja laci yang diatasnya tersimpan file-file.

•• Makna Denotasi
Teknik pengambilan gambar yang digunakan pada Scene 11 ini adalah Knee Shoot. Didalam sebuah ruangan yanh terdapat seorang perempuan cantik berkaca mata sedang duduk di kursi sambil menulis sesuatu. Perempuan tersebut memakai baju berwarna putih dipadu dengan sweater berwarna pink dengan rok pendek berwarna abu-abu. Di belakangnya terdapat sebuah lemari tinggi berisi buku-buku dan file-file, dan sebuah meja laci.
•• Makna Konotasi
Teknik pengambilan gambar yang digunakan pada adegan ini Knee Shoot, pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut. Fungsinya supaya memperlihatkan sosok objek secara jelas dan jelas. 

Scene 12
• Sign : 
- Orang-orang 
- Alam terbuka
- Pohon-pohon
• Signifier :
Terdapat pria-pria sedang berinteraksi sambil berjalan pelan di alam terbuka. Terdapat banyak pohon di tempat tersebut. 
• Signified :
Dalam adegan tersebut tampak empat orang pria sedang berinteraksi sambil berjalan pelan di tempat terbuka. Terdapat banyak pohon yang berada di sekeliling mereka. 

•• Makna Denotasi
Teknik pengambilan gambar yang digunakan pada Scene 12 ini adalah Mid Shoot. Dalam adegan tersebut terlihat ada empat orang pria yang sedang berjalan pelan-pelan sambil mengobrol di tempat yang terbuka. Pada latar adegan ini terdapat banyak pohon disekitarnya. Tampak pria yang berkacamata hitam yang berbicara, dan ketiga pria lainnya sedang mendengarkannya dengan serius.
•• Makna Konotasi
Teknik pengambilan gambar yang digunakan dalam adegan ini adalah Mid Shoot, pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang. Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas.

Scene 13
• Sign : 
- Pria-pria
- Tempat terbuka
- Mobil
- Bangunanbertingkat
- Bangunan putih
- Pohon-pohon
• Signifier : 
Terdapat pria-pria sedang berdiri di tempat terbuka dekat sebuah mobil. Dibelakang mereka terlihat bangunan bertingkat, bangunan putih, dan pohon-pohon.
• Signified :
Dalam adegan tersebut tampak tiga orang pria sedang berdiri di tempat terbuka tampak di pinggir jalan dekat sebuah mobil. Dibelakangnya terdapat bangunan bertingkat, gedung putih, dan pohon-pohon. Satu pria tampak sedang menutup mukanya dengan kedua tangannya, pria ditengah terlihat sedang bingung, dan pria yang lainnya tampak sedang menutup mulut dengan tangannya. 

•• Makna Denotasi
Teknik pengambilan gambar yang digunakan dalam Scene ini adalah Mid Shoot. Pada adegan tersebut terlihat tiga pria sedang berdiri di tempat terbuka tampaknya di pinggir jalan. Tampak pria yang satu sedang menutup wajahnya dengan menggunakan tangannya, kemudian pria yang di tengah tampak gelisah dan bingung, sedangkan pria yang lainnya tampak sama gelisahnya dengan menutup mulutnya. Di belakang mereka terdapat sebuah gedung berwarna putih, gedung bertingkat, dan pohon-pohon.

•• Makna Konotasi
Teknik pengambilan gambar yang digunakan adalah Mid Shoot, pengambilan gambar tersebut hanya sebatas kepala hingga pinggul. Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas

Scene 17
• Sign : 
- Seorang pria
- Seorang wanita
- Ruang makan
- Meja makan
- Makanan
• Signifier : 
Terdapat seorang pria dan seorang wanita yang sedang duduk untuk makan.
• Signified :
Dalam gambar tersebut terlihat seorang pria dan seorang wanita sedang duduk di sebuah meja makan untuk makan. Tampak sang pria sedang mengambil nasinya. 

•• Makna Denotasi
Teknik pengambilan gambar yang digunakan dalam Scene 17 adalah Medium Close-up. Dimana dalam adegan tersebut terdapat seorang pria dan seorang wanita yang sedang duduk di meja makan untuk makan. Tampak sang pria sedang mengambilkan nasi dan lauk untuk wanita tersebut.
•• Makna Konotasi
Teknik pengambilan gambar menggunakan teknik Medium Close-up, gambar yang diambil hanya sebatas dari ujung kepala hingga dada. Fungsinya untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton dapat melihat dengan jelas. Dalam adegan tersebut terjadi sebuah percakapan: 
Konotasi yang ditonjolkan dalam adegan ini adalah sikap Affandy yang tiba-tiba berubah terhadap istrinya di meja makan. Affandi selama ini dikenal sebagai sosok yang tidak menghargai wanita dan prinsipnya bahwa dibalik pria sukses ada wanita yang tertindas.

Scene 18 
• Sign : 
- Gambar seorang perempuan seksi
- Ban mobil
- Laptop 
• Signifier :
Terdapat sebuah gambar yaitu seorang perempuan seksi dengan ban mobil. Gambar tersebut terlihat dalam sebuah laptop. 
• Signified :
Dalam adegan tersebut memperlihatkan laptop dengan kondisi menyala yang berisi sebuah gambar seorang perempuan cantik dan seksi. Disampingnya, terdapat beberapa ban mobil.

•• Makna Denotasi
Teknik pengambilan gambar yang digunakan dalam Scene 18 ini adalah One Shoot. Pada adegan ini terlihat sebuah laptop yang sedang menyala. Dalam laptop tersebut terdapat sebuah gambar seorang perempuan cantik dan seksi, dan terdapat beberapa ban mobil disampingnya. 
•• Makna Konotasi
Teknik pengambilan gambar dalam adegan ini adalah One Shoot, pengambilan gambar satu objek. Fungsinya memperlihatkan seseorang/benda dalam frame agar terlihat jelas dan detail. 

Scene 19
• Sign :
- Sebuah ruangan
- Seorang pria
- Handphone 
• Signifier :
Terdapat seorang pria yang sedang berdiri dalam sebuah ruangan dan melihat ke atas. Sedangkan tangannya sambil memegang sebuah handphone. 
• Signified :
Dalam adegan tersebut terdapat seorang pria sedang berdiri dengan mengangkat kedua tangannya, dan sedang melihat ke atas. Ditangannya terdapat memegang sebuah handphone.

•• Makna Denotasi
Teknik pengambilan gambar yang digunakan dalam Scene 19 adalah Knee Shoot. Dalam adegan tersebut terlihat seorang pria dengan memakai sebuah kaos putih, celana panjang berwarna abu-abu yang sedang berdiri mengangkat kedua tangannya dengan pandangan melihat ke atas. Adegan tersebut terdapat di dalam sebuah ruangan. 
•• Makna Konotasi
Dalam scene 19 ini menggunakan teknik Knee Shoot, dimana pengambilan gambar tersebut diambil hanya sebatas kepala hingga lutut. Fungsinya digunakan untuk memperlihatkan sosok objek secara jelas. 

Scene 23
• Sign : 
- Pria-pria
- Tempat terbuka
- Bangunan
- Pohon
• Signifier :
Dalam adegan yang terdapat dalam scene ini yaitu terdapat pria-pria sedang berinteraksi dengan orang lain di tempat terbuka. 
• Signified :
Terdapat sebuah tiga orang pria sedang berinteraksi di tempat terbuka. Tampak pria ditengah sedang memegang kedua pundak pria yang lainnya. Latar yang digunakan dalam adegan ini terdapat sebuah bangunan dan pohon-pohon. 

•• Makna Denotasi
Teknik pengambilan gambar yang digunakan dalam Scene 23 adalah Mid Shoot. Pada adegan tersebut terdapat sebuah tiga orang pria yang sedang berinteraksi di suatu tempat terbuka. Tampak pria di tengahnya sedang memegang kedua pundak kedua pria lainnya. Latar yang digunakan dalam adegan ini yaitu bangunan-bangunan dan pohon-pohon.
•• Makna Konotasi
Teknik pengambilan gambar yang digunakan pada scene ini adalah Mid Shoot, yaitu pengambilan gambar diambil hanya sebatas kepala hingga pinggul. Fungsinya untuk memperlihatkan sosok objek secara jelas dan detail. 

III. KESIMPULAN 
Dalam tulisan ini, terdapat sebuah Penanda dan Pertanda yang ada dalam Scene 11, 12, 13, 17, 18, 19, 23. Selain itu, dalam scene tersebut menjelaskan tentang 2 makna, yaitu Makna Denotasi dan Makna Konotasi yang terdapat di dalamnya. Dalam penelitian ini, Makna Denotasi ini bersifat langsung. Dimana makna tersebut merupakan makna khusus yang terdapat didalam suatu tanda dan pada intinya dapat disebut juga sebagai gambaran sebuah pertanda yang ada. 

Sumber :

Jumat, 08 April 2022

Analisis Objek Kajian Semiotika "Lukisan Karya Antoe Budiono"

Pendahuluan 
Antoe Budiono adalah seorang seniman yang berasal dari Malang, beliau menghasilkan karya beraliran hyperrealism dengan tingkat penggambaran detail objek yang sangat tinggi. Tidak hanya sekedar menampilkan detail objek yang sangat tinggi dengan penggambaran realis, seniman juga menghadirkan objek lain yang memiliki sarat akan maknanya. 

Antoe Budiono juga merupakan salah satu pelukis otodidak yang berasal dari malang, beliau mampu mengusung karya seni beraliran realis ke level internasional, hal ini telah dibuktikan dengan serangkaian pameran yang pernah diselenggarakan dibeberapa Negara sesuai dengan artikel yang dimuat di web Art Xchange gallery, bahwa karya Hyperrealism Antoe Budiono pernah dipamerkan dibeberapa Negara antara lain pada tahun 2017 di Kuala lumpur Malaysia dan Singapura, tahun 2018 di Busan Korea Selatan, sedangkan tahun 2015 di New York dan Hongkong. 

Isi 
Bentuk Formal : Lukisan (Visual) 
Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan penulis yaitu deskriptif kualitatif dengan cara memandang objek kajian sebagai suatu system yang terdiri dari unsur-unsur yang saling terkait menurut Suharsini (1998, hal. 88) dalam Krisnawan (2015, hal. 41). Kemudian menganalisis data dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi, serta studi literature. 

Karya lukis hyperrealis Antoe Budiono yang berobjek ayam jago ini berjudul "Andap Ansor" pada tahun 2017. Dalam menganalisis karya tersebut akan dibagi menjadi tiga sub bab analisis yang meliputi Analisis karya dengan mengacu pada teori semiotika Pierce, dimana merujuk pada relasi triadik dalam semiotik, yaitu antara representamen, object, dan interpretant yang terdiri dari ikon, indeks, dan symbol yang ditampilkan seniman pada tiap karyanya. 

Analisis semiotika pierce dalam judul “Andap Asor” karya Antoe Budiono tahun 2017. 


A. Ikon :
Pada karya diatas seniman menampilkan ikon lewat berbagai elemen seperti bentuk, warna, ukuran dan keseimbangan. Telihat bahwa seniman menampillkan dua bentuk utama dengan penggambaran objek manusia serta ayam jago, kemudian digambarkan secara detail disertai dengan perpaduan warna warna primer yang memiliki perbedaan tone sehingga cenderung menampilkan gradasi warna yang terlihat harmonis pada tiap objek.

Selain itu perbedaan ukuran objek sangat jelas digambarkan seniman dalam karya ini, yang dimana manusia dan ayam jago digambarkan dengan proporsi anatomi yang baik dan dengan ukuran yang berbeda, dimana manusia divisualkan lebih besar daripada ayam jago yang artinya menunjukkan bahwa manusia merupakan objek yang penting dalam karya. Dengan adanya berbagai elemen yang ditampilkan oleh seniman, karyanya ini menimbulkan sebuah keseimbangan dimana keseimbangan terlihat dari penempatan posisi objek yang divisualkan seniman tepat ditengah kanvas secara vertical keatas. 

B. Indeks :
Pada objek diatas, hubungan antara objek yang dihadirkan dalam karya ini akan membentuk sebuah indeks yang dimana hubungan antara objek ayam jago yang berada tepat diatas badan manusia dengan posisi sedang membungkuk menyatakan bahwa bentuk sebuah sebab akibat yang mewakili sebagai symbol ayam jago lebih mulia dikarenakan penempatan posisi pada objek ayam jago yang digambarkan berdiri diatas punggung manusia. 

C. Symbol :
Symbol yang terdapat pada karya tersebut, serta judul yang diberikan pada karya, seniman ingin membahas mengenai isu yang terkait dengan kekuasaan, terkadang sebagai manusia kita lupa untuk memiliki sikap rendah diri terhadap orang lain, contohnya seperti (lupa untuk menghargai dan menghormati seseorang, baik itu yang lebih tua/muda) karena dia sudah menganggap dirinya ini lebih baik daripada orang lain.

Adapun Penanda dan Pertanda yang terdapat pada karya yang berjudul "Andap Ansor" oleh Antoe Budiono tahun 2017. 

Penanda :
Dalam karya yang berjudul Andap Asor tahun 2017, seniman menggunakan objek visual ayam karena digunakan sebagai symbol yang mewakili kekuasaan. 

Petanda :
Dalam karya yang berjudul Andap Asor tahun 2017 mengartikan bahwa kita sebagai manusia sering kali lupa untuk bersikap rendah hati kalau kita menjadi apapun, setinggi apapun derajat kita tapi kalau mau rendah hati, maka bahkan sang jagoan kita sendiripun yang derajatnya lebih tinggi dari kita, pasti dia akan menghormati dan menghargai kita. 

Kesimpulan 
Dalam analisis objek kajian semiotika diatas tentang Karya Lukis Hyperrealis Antoe Budiono dapat disimpulkan bahwa sebuah penelitian kajian semiotika ini sangat dibutuhkan sebagai media untuk mengkaji karya seniman yang memiliki kecenderungan menghadirkan symbol-simbol dalam karyanya agar seni sebagai media komunikasi dapat berjalan dengan baik dan lancar antara seniman dengan penikmat karyanya. Kemudian, kesimpulan yang dapat kita ambil dari karya yang berjudul Andap Asor tahun 2017 ini yaitu bersikaplah rendah hati terhadap siapapun, setinggi apapun jabatan atau kekuasaan kita, apabila kita menghargai dan menghormati orang lain, bahkan sekalipun itu hewan, maka kita akan dihormati dan dihargai kembali oleh orang lain maupun hewan itu sendiri. 

Minggu, 03 April 2022

Review Penelitian Kajian Seni Rupa & Seni

1. Judul : Esensi Bentuk Topeng pada lukisan Dyan Anggraini Dalam Perspektif Semiotika

Objek Kajian Seni Rupa dan Seni : Objek kajian seni rupa yang ada pada tulisan ini yaitu Visual topeng Dyan Anggraini yang digambarkan dalam karya lukisnya yang tidak terlepas dari berbagai tanda-tanda yang menunjukan adanya beraneka rupa makna yang tercantum di dalamnya berdasarkan Perspektif Semiotika. Topeng sendiri mengalami perkembangan seirama dengan perkembangan alam pikiran manusia pendukungnya. Perkembangan ini tampak dalam wujud bentuk, teknik pakeliran, dan peranannya dalam kehidupan manusia. 
Pendekatan : Dalam jurnal ini menggunakan Pendekatan Kualitatif yang artinya menurut Nazir, (1988 : 63) tata cara deskriptif merupakan tataan dalam meneliti suatu keadaan, suatu set kondisi, suatu objek, serta suatu sistem kelas yang bersifat dilakukan sekarang. Serta menggunakan Pendekatan Semiotika
Metode & Analisis : Penelitian Esensi Bentuk Topeng Pada Lukisan Dyan Anggraini Dalam Perspektif Semiotika ini menggunakan jenis tata cara deskriptif dengan memadukan metode Penelitian Kualitatif yang melibatkan studi dengan menggunakan dan mengkoleksi variasi materi-materi empiris, studi kasus, pengalaman personal, introspektif, life story, interview, sejarah, observasi, teks, dan interaksional visual yang menggambarkan rutinitas dan problem waktu dan arti hidup individual. Analisis esensi bentuk topeng yang telah dilakukan yaitu berada dalam karya lukisan Dyan Anggraini yang selalu menunjukan adanya relasi antara tanda-tanda, seperti : Ikon, indeks, simbol baik pada warna, bentuk, properti, situasi yang selalu berkaitan dan banyak menjelaskan makna yang terkandung di dalam setiap topeng yang ada pada karya lukis Dyan Anggraini.
Teori : Esensi bentuk Topeng pada lukisan Dyan Anggraini menggunakan perspektif Teori Semiotika dari seorang filsuf bahasa yakni Charles Sanders Pierce yang telah menggolongkan berdasarkan objeknya yaitu:
1. Ikon, yang menunjukan adanya hubungan kemiripan
2. Indeks, yang menunjukan adanya hubungan sebab akibat
3. Simbol, yang menujukan adanya hubungan kesepakatan 
Kesimpulan : Bahwa dengan menggunakan kajian semiotika kita dapat mengkaji lebih jauh untuk mendapatkan berbagai macam makna yang lebih tersurat secara visual dalam setiap kehadiran topeng pada lukisan yang telah dibuat oleh Dyan Anggraini. Karya-karya lukis yang telah dibuat oleh Dyan Anggraini menggunakan Teori Semiotika 'Charles Sanders Pierce' seperti : ikon, indeks, dan simbol. 
Yang menurut saya bisa diteliti setelah jurnal tersebut : Dari tulisan jurnal tersebut dapat diteliti yaitu dengan mencari dan memahami tanda-tanda yang ada pada Topeng karya lukis Dyan Anggraini berdasarkan Perspektif Semiotika seperti ikon, indeks, dan simbol yang ada pada Topeng karya lukis Dyan AnggrainiAnggraini. Selain itu, dapat diteliti berupa : esensi yang ada pada topeng, identitas topeng, yang terlihat pada ikon dan indeks baik dari segi warna, bentuk, properti, dan situasi yang ada. 

2. Judul : Ekspresi Dalam Seni Patung Karya Giuseppe Pongolini

Objek Kajian Seni Rupa dan Seni : Objek kajian seni rupa yang ada pada tulisan ini yaitu menciptakan sebuah karya seni khususnya seni patung yang dapat dikatakan sebagai proses ilmiah yang penciptaannya didasari atau berlandaskan berdasarkan teori-teori para ahli yang telah teruji dengan menggunakan pembahasan ekspresi dan estetika. 
Pendekatan : Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan teori Leo Tolstoy, sedangkan untuk teori yang digunakan dalam estetika penulis menggunakan pendekatan teori Monroe. 
Metode & Analisis : Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini merupakan penelitian interpretatif dengan menggunakan berbagai penafsiran yang melibatkan banyak metode. Penelitian kualitatif (Moleong, 2017).
Teori : Dalam tulisan ini menggunakan beberapa teori, yaitu :
1. Teori seni sebagai media pengungkapan bernama Leo Tolstoy seorang penulis novel yang berasal dari Rusia. Menurut Leo Tolstoy dalam The Liang Gie menjelaskan bahwa pengungkapan (expression) adalah menampakkan dalam diri sendiri suatu persaan yang telah dialami setelah memunculkan itu dalam diri sendiri kemudian dengan perantaraan gerak, garis, warna, suara, atau bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata, demikian memindahkan perasaan itu sehingga orang lain mengalami perasaan yang sama ini adalah kegiatan seni (Gie, 1996, p. 33).
2. Teori estetika yang diungkapkan oleh Monroe Bardsley ada 3 unsur yang paling utama dalam membuat karya seni yang baik dan benar dari benda-benda estetis pada umumnya yaitu unity (kesatuan), Complexity (kerumitan/ kompleksitas), Intensity (kesungguhan).
Kesimpulan : Dari tulisan ini bahwa Seni sebagai ekspresi itu sangat melekat dalam penciptaan seni patung, karena ekspresi merupakan suatu ungkapan perasaan dari seniman dengan melihat fenomena-fenomena yang terjadi. Dalam mengekspresikan emosi-emosi pada karya seni patung tersebut harus lebih tertata dengan rapih, serta sangat membutuhkan waktu yang lama dengan menghasilkan nilai-nilai estetika. 
Yang menurut saya bisa diteliti setelah jurnal tersebut : Dari tulisan jurnal tersebut yang dapat diteliti yaitu memberikan wawasan dan pengatahuan dalam proses terwujudnya suatu karya seni patung dengan menggunakan ekspresi serta nilai-nilai estetika. 

3. Judul : Nilai Karakter pada Motif Batik Sejarah Khas Ngawi sebagai Muatan Pendidikan Seni Rupa di Sekolah Dasar

Objek Kajian Seni Rupa dan Seni : Objek kajian seni rupa yang ada pada tulisan ini yaitu menganalisis nilai karakter yang penting bagi modal terbentuknya generasi emas Indonesia yang bermoral dan berkarakter. Kemudian, menggali nilai-nilai karakter yang ada pada motif batik khas ngawi yang dimasukkan kedalam salah satu muatan pelajaran pada jenjang Sekolah Dasar yang memuat pendidikan karakter di dalamnya yaitu Pendidikan Seni Rupa. 
Pendekatan : Tulisan ini menggunakan Pendekatan Hermeneutika. Hermeneutika secara umum didefinisikan sebagai ilmu filsafat tentang penafsiran atau interpretasi makna (Ashadi, 2017). 
Metode & Analisis : Dalam tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menggali nilai karakter yang terdapat pada motif batik berbasis budaya lokal khas Ngawi. Batik Ngawi memiliki lima motif utama diantaranya adalah Motif Sungai Tempuk, Motif Padi, Motif Manusia Purba, Motif Pohon Jati, dan Motif Bambu.
Teori : Tidak menggunakan teori yang spesifik pada tulisan ini, tetapi menggunakan berdasarkan beberapa pendapat seperti (Muryaningsih & Mustadi, 2015:193), (Desi Indriyani, Desyandri, Yanti Fitria, 2019), (Mitrakasih La Ode Onde, Hijrawatil Aswat, Fitriani B, 2020), (Fitria, Selian, & Kuala, 2020), (Mahliana & Mustikarini, 2013, (Primadata, A. P., Soemanto, R. B., & Haryono, 2018).
Kesimpulan : Dari tulisan ini dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai macam nilai karakter yang memuat di dalam motif batik perang antar suku, benteng pendem, dan kali tempuk. Nilai karakter yang ada diintegrasikan dalam pembelajan yang akan dipelajari yaitu salah satunya seni rupa. Integrasi nilai karakter dalam pembelajaran di sekolah menjadi upaya untuk memperbaiki nilai moral bangsa Indonesia juga dalam mempersiapkan generasi emas yang tangguh pada tantangan masa depan.
Yang menurut saya bisa diteliti setelah jurnal tersebut : Dari tulisan jurnal tersebut yang dapat diteliti yaitu menganalisis berbagai macam motif batik lokal yang berasal dari ngawi, serta menganalisis nilai-nilai karakter yang terdapat didalamnya. 

Kajian Literature

1. Jurnal - Gaya Komunikasi Arif Muhammad Dalam Serial YouTube "Keluarga Beti" Oleh Citra Kasman mengungkapkan tentang sebuah gaya...